Mahiba Nasyid adalah grup nasyid yang terbentuk
di SMA 2 Semarang pada 8 Maret 2008. Nama Mahiba berasal dari singkatan
nama-nama personilnya. Abdul Latif sebagai lead vocal yang saat ini sedang
menyelesaikan studinya di Universitas Diponegoro jurusan D3 Teknik Kimia,
kemudian untuk choir I atau pengiring saat ini dipegang oleh Nurkharistna Al
Jihad yang berkuliah di Universitas Muhammadiyah jurusan S1 Keperawatan,
sedangkan choir II oleh M. Irvan Zidny yang berkuliah di Universitas Diponegoro
jurusan S1 Teknik Sipil, dan choir III yaitu Bambang Nur Sholeh yang duduk di
bangku kuliah jurusan S1 Teknik Mesin Universitas Diponegoro, Nurul Huda di
posisi bass sedang berkuliah di Universitas Diponegoro jurusan S1 Teknik
Perkapalan, dan yang terakhir Bahtera M. Adi sebagai percussion/beatbox kini
berkulih di Universitas Semarang jusrusan S1 Pendidikan Matematika. Grup yang bernaung
dalam menejemen Asosiasi Nasyid Nusantara (ANN) Jateng sejak tahun 2009 ini
pernah menjuarai berbagai kompetisi baik di tingkat kota maupun provinsi.
Diantaranya adalah menjadi Juara 1 di Festival Nasyid Unnes dan Festival Nasyid
Undip pada tahun 2008, Juara 1 di Festival Nasyid Akpol se-Jateng pada tahun
2008, Juara 2 di Festival Nasyid Telkomsel se-Jateng pada tahun 2009. Semangat Mahiba untuk menang dan maju membawa
mereka berhasil menembus 13 besar finalis Festival Nasyid 10th Islamic Book
Fair Tingkat Nasional yang diadakan oleh Forum Silaturahmi Nasyid Indonesia. Selain
itu, keseriusan Mahiba dalam kancah industri musik dibuktikan dengan
dikeluarkannya single Jadilah Juara, NoNy (Narkoba No Nasyid Yes), Ayo Kita
Semangat, dan Cintailah. Mereka juga merencanakan untuk merilis album pertama
mereka tahun depan.
Keberhasilan Mahiba sampai saat ini tidak lepas dari usaha
dan kerja keras para personil yang rela meluangkan waktunya untuk berlatih
maupun tampil di sela kesibukannya sebagai mahasiswa yang aktif dalam
organisasi kampus, remaja masjid, maupun organisasi masyarakat. Meskipun
mempunyai kesibukan dan tugas kuliah yang tidak sedikit di masing-masing
kampusnya, mereka tetap berkomitmen dan bertanggung jawab dalam karirnya di
bidang nasyid ini. Sementara banyak pemuda di Indonesia yang lebih memilih
untuk menghabiskan waktunya untuk berhura-hura, Mahiba memilih tampil berbeda
dengan format musik Islami. Di usia yang terbilang muda, Mahiba mampu berjuang menyebarkan
dakwah melalui nada. Mereka tidak berputus asa di tengah arus globalisasi yang
menyebabkan penurunan moral maupun karakter bangsa Indonesia. Karena Mahiba
hanya ingin terus berkarya dan bermanfaat untuk banyak orang. Diantara
banyaknya target yang ingin mereka capai, satu harapan terbesar mereka adalah
menjadikan nasyid sebagai hiburan utama masyarakat di dunia ini. Karena salah satu
kekuatan dalam nasyid adalah pada liriknya yang memberikan nasihat dan
pesan-pesan kebaikan, jadi selain pendengar nasyid tersebut terhibur juga dapat
menjadi pengingat atas apa yang sudah kita perbuat selama ini.
Pada bulan
Ramadhan seperti ini, Mahiba kebanjiran job tampil di sejumlah acara. “Ramadhan
bagi kami adalah sebuah asa di antara sebelas tipu daya dunia. Maksudnya
Ramadhan menjadi bulan penuh rahmat, bulan pembakar dosa, bulan yang terbebas
dari bisik rayu syaiton, yang itu menjadikan bulan Ramadhan sebagai bulan yang
penuh dengan keberkahan” ungkap grup Nasyid yang ber-genre acapella, music, dan
haroki ini. Bagi Mahiba, bulan Ramadhan seharusnya digunakan untuk beribadah
dan beraktivitas sebanyak-banyaknya. Hal inilah yang membuat Mahiba tetap enjoy
di tengah kesibukannya mengisi acara. Mahiba biasa mengisi dalam berbagai acara
seperti wedding, gathering, meeting, seminar, training motivasi, pentas seni,
buka bersama, syukuran, dan khitan. Jika ingin mengundang mereka untuk mengisi
acara, dapat menghubungi Ali-manager di 085640298589.
Published at Tabloid Inspirasi on September II 2011 by Shabrina










2 komentar:
Wah...ada Mahiba ^_^
wahaha iya padahal udah taun lalu
mau dijadiin file disini.
monggo siapa yang mau ditulis lagi.
per orangan ya ^__^
Posting Komentar